Cara Cerdas Menentukan Target Profit Mingguan
Salah satu kesalahan terbesar trader pemula adalah menentukan target profit terlalu besar, terlalu ambisius, atau tidak berdasarkan data.
Hasilnya?
Trading menjadi stres, overtrade, hingga akhirnya akun jebol karena mengejar target yang tidak realistis.
Padahal trader profesional justru punya target yang sederhana, terukur, dan bisa diulang setiap minggu.
Berikut panduan cara menentukan target profit mingguan dengan cerdas.
1. Mulai dari Risiko, Bukan Profit
Sebagian besar trader memulai dengan pertanyaan:
“Minggu ini saya mau profit berapa?”
Padahal profesional memulai dengan:
“Minggu ini saya siap rugi berapa?”
Inilah yang harus ditentukan lebih dulu:
* Risiko per transaksi: 1–2% dari modal
* Batas kerugian harian: 3–4%
* Batas kerugian mingguan: 5–7%
Jika Anda belum menentukan batas rugi, berapa pun target profit Anda akan bikin Anda ngawur.
2. Bangun Target Berdasarkan Statistik, Bukan Harapan
Target yang sehat harus mengikuti historical performance sistem Anda.
Contoh sederhana:
* Rata-rata menang Anda: 2% per posisi
* Rata-rata kalah Anda: –1%
* Winrate Anda: 50%
* Rata-rata jumlah trade per minggu: 6
Maka ekspektasi mingguan Anda =
= (Profit rata-rata × winrate × jumlah trade) – (Loss rata-rata × (1 – winrate) × jumlah trade)
= (2% × 0.5 × 6) – (1% × 0.5 × 6)
= (6%) – (3%)
= 3% per minggu
Inilah target yang realistis: berdasarkan data, bukan keinginan.
3. Gunakan Rentang Target, Bukan Angka Tunggal
Target profit mingguan yang “mati” (misalnya harus 5%) biasanya membuat trader:
* memaksakan entry
* balas dendam ketika loss
* memaksa pasar memberikan apa yang tidak tersedia
Lebih sehat menggunakan rentang, misalnya:
* Konsisten: 2–4% per minggu
* Agresif terkendali: 4–7%
* Ultra konservatif: 1–2%
Rentang memberi fleksibilitas, sehingga Anda tidak perlu mengejar market ketika volatilitas rendah atau setup sedang jelek.
4. Ikuti Struktur Market, Jangan Memaksa Trading
Kadang minggu sangat volatile → profit mudah besar.
Kadang minggu flat → peluang sedikit.
Trader cerdas beradaptasi:
* Minggu trending: target bisa tercapai cepat
* Minggu sideways: kurangi lot, kurangi ekspektasi
* Minggu rilis news besar: fokus pada risiko, bukan target
Ingat: market tidak selalu menyediakan peluang yang sama setiap minggu.
5. Sesuaikan Target dengan Gaya Trading Anda
Berbeda gaya → berbeda ekspektasi.
Scalper
* Banyak entry
* Target kecil tapi sering
* Biasanya 3–7% mingguan realistis
Day Trader
* 3–10 trade per minggu
* Target 2–5% wajar
Swing Trader
* Entry sedikit
* Target kecil tapi stabil
* 1–3% per minggu sudah sangat bagus
Jangan meniru target orang yang gaya tradingnya berbeda dengan Anda.
6. Fokus pada Konsistensi, Bukan Besarnya Angka
Seorang trader yang konsisten 2% per minggu bisa mengalahkan trader yang sesekali profit besar tapi sering rugi besar.
Dengan 2% per minggu:
* Dalam sebulan: ±8–9%
* Dalam setahun (compounding): >125%
Anda tidak perlu mengejar 10% per minggu untuk berkembang cepat.
Anda hanya perlu bertahan dan disiplin.
7. Ketika Sudah Tercapai — Berhenti
Trader profesional tidak terus trading setelah mencapai target mingguan.
Alasannya:
* overtrade muncul ketika “sudah euforia”
* error psikologis meningkat setelah target tercapai
* menjaga stabilitas kinerja jangka panjang
Target mingguan = batas kemenangan, bukan hanya batas kejar profit.
Kesimpulan: Target Profit Mingguan Harus Realistis & Terukur
Ringkasnya:
1. Mulai dari risiko, bukan impian profit
2. Gunakan data historis sistem Anda
3. Pakai rentang target, bukan angka mati
4. Sesuaikan dengan kondisi market dan gaya trading
5. Kejar konsistensi, bukan hasil besar
6. Berhenti ketika target tercapai
Dengan cara ini, Anda bukan hanya mendapatkan profit —
Anda membangun kinerja trading jangka panjang yang stabil dan sehat.

Komentar
Posting Komentar