Bagaimana Kami Mengelola Risiko di Sistem Copy Trade


 



Copy trade bukan mesin cetak uang. Kalau tidak dikelola dengan benar, sistem ini justru mempercepat kerugian. Karena itu, fokus utama kami bukan profit besar dalam waktu singkat, tapi kontrol risiko yang konsisten dan terukur.

Artikel ini menjelaskan cara kami mengelola risiko di sistem copy trade, secara transparan dan realistis.


1. Risiko Selalu Ada, dan Kami Tidak Menyembunyikannya

Market tidak pernah pasti. Tidak ada sistem yang 100% win rate.
Yang bisa dikontrol hanya satu: seberapa besar kerugian ketika market tidak sesuai rencana.

Kami tidak menjual ilusi “pasti untung”. Sistem kami dibangun dengan asumsi:

  • Akan ada loss

  • Akan ada drawdown

  • Akan ada fase market buruk

Justru karena itu, risk management jadi fondasi utama.


2. Position Sizing: Lot Disesuaikan, Bukan Dipaksa

Kesalahan paling umum di copy trade adalah lot terlalu besar.

Di sistem kami:

  • Ukuran posisi disesuaikan dengan balance

  • Tidak ada over-lot demi kejar profit cepat

  • Setiap trade punya risiko tetap (risk per trade terkontrol)

Tujuannya sederhana:
1–2 kali loss tidak merusak akun.

Kalau satu kesalahan saja sudah bikin akun hancur, itu bukan sistem — itu berjudi.


3. Selalu Menggunakan Stop Loss (Tanpa Negosiasi)

Tidak ada trade tanpa stop loss. Titik.

Stop loss kami ditentukan berdasarkan:

  • Struktur market

  • Volatilitas

  • Rasio risk–reward yang masuk akal

Kami tidak menahan posisi “berharap balik”.
Kalau salah, kami terima salah dan keluar.

Trader yang bertahan lama bukan yang paling pintar, tapi yang paling disiplin.


4. Batas Risiko Harian dan Mingguan

Kami punya risk limit:

  • Maksimal risiko per hari

  • Maksimal drawdown mingguan

Jika batas tercapai:

  • Trading dihentikan sementara

  • Tidak ada balas dendam ke market

  • Tidak ada overtrade

Market selalu ada besok. Akun yang hancur, tidak.


5. Tidak Semua Kondisi Market Diperdagangkan

Salah satu bentuk manajemen risiko terbaik adalah tidak trading.

Kami menghindari:

  • Market choppy tanpa arah

  • News berdampak tinggi tanpa setup jelas

  • Kondisi volatil ekstrem yang tidak sesuai sistem

Copy trade bukan soal sering entry, tapi entry yang berkualitas.


6. Evaluasi dan Penyesuaian Berkala

Sistem tidak statis.

Kami rutin melakukan:

  • Evaluasi performa

  • Analisis drawdown

  • Penyesuaian parameter jika kondisi market berubah

Tujuannya bukan cari sistem sempurna, tapi menjaga sistem tetap relevan dan aman.


7. Copy Trade Tetap Perlu User yang Paham Risiko

Walaupun sistem sudah dikelola, user tetap harus:

  • Menggunakan modal yang siap risiko

  • Tidak mengubah setting lot sembarangan

  • Tidak panik saat floating atau drawdown normal

Copy trade bukan “titip duit lalu lupa”.
Pemahaman dasar tetap wajib.


Penutup

Profit adalah hasil.
Risk management adalah proses.

Sistem copy trade kami dibangun dengan prinsip sederhana:

Lebih baik tumbuh pelan tapi bertahan lama, daripada cepat besar lalu habis.

Kalau Anda mencari sistem yang jujur, terukur, dan fokus pada keberlanjutan — bukan janji kosong — maka inilah pendekatan yang kami jalankan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Day Trading: Kelebihan, Kekurangan, dan Tipsnya

Cara Membaca Jejak Smart Money di Chart

Bagaimana Cara Menemukan “Edge” Sendiri dalam Market