Cara Membaca Performance Report Copy Trade dengan Benar
Banyak user copy trade merasa sudah “paham” hanya karena melihat profit besar di performance report. Padahal, justru di sinilah banyak kesalahan fatal terjadi. Performance report bukan alat pamer profit. Itu alat ukur risiko, konsistensi, dan kelayakan sistem. Kalau salah baca, hasilnya simpel: ekspektasi ngawur, emosi rusak, dan akun boncos.
1. Jangan Terpaku di Total Profit
Total profit besar tidak otomatis berarti sistemnya bagus. Profit adalah hasil akhir, bukan proses.
Yang perlu ditanya:
-
Profit dicapai dalam berapa lama?
-
Berapa drawdown yang dilewati?
-
Profit konsisten atau hanya hasil satu trade besar?
Sistem yang naik 200% tapi sempat drawdown 70% bukan sistem sehat. Itu sistem agresif yang belum tentu bisa diulang.
Ingat: survival lebih penting dari return.
2. Pahami Drawdown, Bukan Takut Drawdown
Drawdown adalah napasnya trading. Yang salah bukan drawdown-nya, tapi drawdown yang tidak terkontrol.
Perhatikan:
-
Max drawdown (%)
-
Durasi drawdown (berapa lama akun recovery)
-
Frekuensi drawdown besar
Drawdown 20–30% yang jarang dan cepat recovery masih masuk akal. Drawdown kecil tapi sering dan lama justru tanda sistem rapuh.
3. Konsistensi Lebih Mahal dari Profit Besar
Cek grafik equity, bukan hanya angka.
Ciri sistem yang sehat:
-
Equity naik bertahap
-
Tidak ada lonjakan ekstrem
-
Penurunan wajar dan terukur
Kalau grafiknya zig-zag tajam atau naik vertikal lalu datar lama, itu tanda risk tidak stabil. Sistem seperti ini biasanya bikin mental user hancur.
4. Perhatikan Risk per Trade
Performance report yang baik selalu mencerminkan:
-
Lot size masuk akal
-
Tidak ada over-lot tiba-tiba
-
Scaling jelas dan konsisten
Kalau satu posisi risikonya kecil, lalu tiba-tiba ada trade dengan lot 5–10x lebih besar, itu red flag. Biasanya ini usaha balas dendam market atau ngejar recovery.
5. Win Rate Tinggi Bukan Segalanya
Win rate 90% sering terdengar seksi. Tapi pertanyaannya:
-
Berapa rata-rata loss vs profit?
-
Apakah loss kecil atau satu loss bisa hapus 20 profit?
Sistem dengan win rate 50–60% tapi risk-reward sehat jauh lebih stabil daripada win rate tinggi tapi lossnya brutal.
6. Cek Lama Trade & Gaya Strategi
Lihat average holding time:
-
Terlalu cepat → scalping agresif
-
Terlalu lama → potensi floating besar
Ini penting karena harus cocok dengan mental kamu. Banyak user gagal bukan karena sistem jelek, tapi karena tidak sanggup melihat floating minus lama.
7. Track Record Lebih Penting dari Umur Akun
Akun baru profit besar dalam 1–2 bulan itu belum bukti apa-apa. Yang penting:
-
Sudah melewati kondisi market berbeda
-
Pernah kena loss besar dan bisa recovery
-
Tidak ganti gaya saat market berubah
Track record yang pendek = data belum cukup.
Penutup: Performance Report Itu Filter, Bukan Janji
Performance report tidak menjamin masa depan. Tapi bisa menyaring mana sistem waras dan mana yang gambling.
Kalau kamu membaca report hanya untuk cari profit terbesar, kamu sedang cari masalah.
Kalau kamu membaca report untuk memahami risiko, kamu sudah satu langkah lebih dewasa sebagai investor.
Copy trade bukan soal ikut siapa paling cuan.
Copy trade soal siapa yang bisa bertahan paling lama.

Komentar
Posting Komentar